Struktur dan Perkecambahan Benih Dikotil dan Monokotil

                   STRUKTUR DAN PERKECAMBAHAN BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL


Disusun oleh : Ahmad Agym Krida Purnama

Nim : A42220291 

Prodi : TPP



 APA ITU BENIH ? 

    Benih secara umum adalah istilah yang dipakai untuk bahan dasar pemeliharaan tanaman. Istilah ini biasanya dipakai bila bahan dasar ini berukuran jauh lebih kecil daripada ukuran hasil akhirnya (dewasa). Dalam UU Sistem Budi Daya Tanaman, benih adalah tanaman atau bagian dari tanaman yang digunakan untuk mengembang biakkan tanaman tersebut. Dalam budi daya tanaman, benih dapat berupa biji maupun tumbuhan kecil hasil perkecambahan, pendederan, atau perbanyakan aseksual dan disebut juga bahan tanam. Benih atau bahan tanam yang bukan berupa biji atau yang telah disemaikan dapat disebut sebagai bibit. Benih diperdagangkan tidak untuk dikonsumsi. Terdapat berbagai macam bentuk benih seperti lonjong, bulat, berkerut, bersayap, dan berbulu.


BAGAIMANA CARA MENGAMATI BENIH ?

  Benih mempunyai tiga bagian yaitu kulit biji, endosperm, dan embrio. Untuk (secara visual) mengamati struktur benih, perlu dilakukan pemisahan (diseksi). Beberapa bagian benih mungkin tidak  terlihat  jelas sehingga perlu dilakukan perlakuan khusus seperti pemberian Tetrazolium. 

 Dalam praktikum kali ini mengggunakan  pisau (knife), talenan dan kaca pembesar. Sedangkan bahan yang digunakan adalah biji jagung, biji cabai, biji padi, biji kacang tanah, biji kacang hijau, biji tomat, biji timun dan  kacang panjang. Dalam praktiknya, dipastikan bahwa benih yang digunakan  mewakili tumbuhan monokotil dan dikotil.  

Alat dan bahan yang di gunakan : 

Alat : 

  1. tisu 
  2. kaca pembesar
  3. wadah biji
  4. pisau 

Bahan : 

  1. benih jagung 
  2. benih padi 
  3. benih cabai 
  4. benih tomat 
  5. benih kacang tanah
  6. benih kacang hijau 
  7. benih kacang panjang 
  8. benih timun

 

 Langkah-langkah pemantauan: 

  - Rendam benih selama 24 jam. 

 - Potong bijinya menjadi dua memanjang 

  - Amati struktur benih dari setiap jenis benih yang disediakan menggunakan kaca pembesar 

  - Menentukan apakah biji tergolong tumbuhan monokotil atau dikotil


HASIL PENGAMATAN 


1. Benih Jagung (Zea mays)

(gambar 1 benih  jagung) 

Keterangan : 

1. Endosperm 
2. Kotiledon (skutelum)
3. Plumula 
4. Epikotil
5. Radikula 
6. Koleoriza
7. Koleoptil 
8. Kulit benih 


2. Benih Mentimun (Cucumis sativus)

(gambar 2 benih mentimun)

Keterangan : 

1. Radikula 
2. Epikotil 
3. Plumula 
4. Kotiledon 
5. Kulit Benih 
6. Hipokotil 



3. Benih Kacang Hijau (Vigna radiata)


(gambar 3 benih kacang hijau)

Keterangan :

1. Hipokotil
2. Plumula 
3. Epikotil 
4. Kotiledon
5. Kulit benih 
6. Radikula 


4. Benih Kacang Panjang (Vigna unguilcata)


(gambar 4 benih kacang panjang)

Keterangan : 

1. Plumula 
2. Epikotil
3. Hipokotil 
4. Kotiledon
5. Kulit benih 
6. Radikula 


5. Benih Padi (Oryza sativa L.)

(gambar 5 benih padi)
Keterangan : 

1. Embrio 
2. Endosperm 
3. Kulit benih


6. Benih Cabai (Capsicum annuum)


(gambar 6  benih cabai)
Keterangan : 

1. Radikula
2. Hipokotil
3. Kotiledon
4. Micropylar endosperm 
5. Kulit benih


7. Benih Tomat (Solanum lycopersicum)

(gambar 7 benih tomat)
Keterangan : 

1. Radikula 
2. Hipokotil
3. Kotiledon
4. Micropylar endosperm 
5. Kulit benih


8. Benih Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)


(gambar 8 benih kacang tanah)
Keterangan : 

1. Kulit benih 
2. Kotiledon 
3. Plumula 
4. Epikotil 
5. Hipokotil 
6. Radikula 


Fungsi dari bagian-bagian benih

1. Kulit benih (Seed Coat)

   Menurut Miao et al. (2001) menyebutkan bahwa kulit benih adalah struktur penting sebagai suatu pelindung antara embrio dan lingkungan di luar benih, mempengaruhi penyerapan air, pertukaran gas dan bertindak sebagai penghambat mekanis dan mencegah keluarnya zat penghambat dari embrio. Fungsi kulit benih yaitu untuk melindungi isi benih dari kerusakan mekanis, penyakit, dan kekeringan.

kulit benih (cangkang benih) ini dapat bervariasi dalam ketebalan dan tekstur tergantung pada jenis tanaman. Pada beberapa benih, cangkang dapat membantu dalam penyebaran benih. 


2. Embrio 

  Embrio adalah bagian paling vital dari benih. Ini adalah titik awal pertumbuhan tanaman baru. Embrio terdiri dari beberapa struktur, termasuk akar embrionik, tunas embrionik, dan kotiledon (daun kecil yang pertama kali muncul saat tumbuh). Akar embrionik akan tumbuh menjadi sistem akar tanaman, sementara tunas embrionik akan tumbuh menjadi batang dan daun pertama tanaman. 


3. Endosperma 

 Endosperma adalah jaringan yang mengelilingi dan memberi nutrisi embrio dalam biji angiosperma. Inisiasi endosperma merupakan karakteristik definitif angiosperma dan membutuhkan fusi setidaknya satu inti dalam kantung embrio dengan inti sperma dari biji-bijian serbuk sari. (Dalam gymnosperma bahan makanan benih hadir sebelum pembuahan.) Dalam beberapa biji endosperma telah sepenuhnya diserap pada saat matang (misalnya, kacang dan kacang); pada yang lain, beberapa hadir sampai perkecambahan (misalnya, gandum, kacang jarak). Pada kelapa, endosperma cair mengandung zat pertumbuhan yang penting. Endosperma memiliki kepentingan ekonomi dari biji-bijian sereal dan minyak sayur. 


 Pengertian Perkecambahan 

  Perkecambahan atau germinasi  merupakan tahap awal pertumbuhan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah.

Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti "minum"). Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik.

Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal. Fitohormon asam abisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Berdasarkan kajian ekpresi gen pada tumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui bahwa pada perkecambahan lokus yang mengatur pemasakan embrio, seperti ABSCISIC ACID INSENSITIVE 3 (ABI3), FUSCA 3 (FUS3), dan LEAFY COTYLEDON 1 (LEC1) menurun perannya (downregulated) dan sebaliknya lokus-lokus yang mendorong perkecambahan meningkat perannya (upregulated), seperti GIBBERELIC ACID 1 (GA1), GA2GA3GAIERA1PKLSPY, dan SLY. Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan yang normal sekelompok faktor transkrpsi yang mengatur auksin (disebut Auxin Response Factors, ARFs) diredam oleh miRna.

 

Tipe Perkecambahan

 1. Perkecambahan Epigeal 

 hipo artinya “bawah”. Berarti hipogeal itu perkecambahan yang kotiledonnya tetep terpendam di bawah tanah. Contoh perkecambahan hipogeal bisa dilihat di tumbuhan monokotil, seperti jagung. 

 2. Perkecambahan Hipogeal 

epi artinya “atas”. Berarti itu perkecambahan yang kotiledonnya bakalan naik ke atas permukaan tanah. Nah, perkecambahan epigeal ini banyak terjadi pada tumbuhan dikotil, khususnya kacang-kacangan, kayak kacang merah sama kacang hijau. 

Pengamatan Struktur kecambah

1. Alat

  a. Kaca pembesar 

  b. Tisue

  c. handpone

2. Bahan 

  a. sampel benih epigeal ( kacang kacangan)

  b. sampel benih hipogeal (jagung)

  c. air bersih 

3. Langkah kerja 

  a. cuci bersih kecambah

  b. letakkan kecambah di atas tisue dengan sempurna sampai seluruh bagian terlihat

  c. amati dan potret dengan handpone


Hasil Pengamatan 

1. kecambah epigeal 

a. Kacang Hijau

Keterangan : 
1. Radikula 
Radikula berfungsi sebagai bagian tanaman yang akan berkembang menjadi akar tanaman yang selanjutnya akan menjadi penyokong dan penyuplai bahan-bahan makanan untuk diproses pada bagian tanaman yang lainnya.
2. Hipokotil 
Hipokotil berfungsi sebagai batang penghubung antara kotiledon dengan radikula.
3. Kotiledon 
Kotiledon berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan 
4. Epikotil 
Epikotil berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan batang pada tumbuhan.
5. Daun sejati 
Daun sejati muncul setelah kotiledon. 

b. Kedelai 

Keterangan : 
1. Radikula 
Radikula berfungsi sebagai bagian tanaman yang akan berkembang menjadi akar tanaman yang selanjutnya akan menjadi penyokong dan penyuplai bahan-bahan makanan untuk diproses pada bagian tanaman yang lainnya.
2. Hipokotil 
Hipokotil berfungsi sebagai batang penghubung antara kotiledon dengan radikula.
3. Kotiledon 
Kotiledon berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan 
4. Epikotil 
Epikotil berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan batang pada tumbuhan.
5. Daun sejati 
Daun sejati muncul setelah kotiledon. 

c. Kacang tanah 

Keterangan : 
1. Radikula 
Radikula berfungsi sebagai bagian tanaman yang akan berkembang menjadi akar tanaman yang selanjutnya akan menjadi penyokong dan penyuplai bahan-bahan makanan untuk diproses pada bagian tanaman yang lainnya.
2. Hipokotil 
Hipokotil berfungsi sebagai batang penghubung antara kotiledon dengan radikula.
3. Kotiledon 
Kotiledon berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan 
4. Epikotil 
Epikotil berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan batang pada tumbuhan.
5. Daun sejati 
Daun sejati muncul setelah kotiledon. 

d. Kacang panjang

Keterangan : 
1. Radikula 
Radikula berfungsi sebagai bagian tanaman yang akan berkembang menjadi akar tanaman yang selanjutnya akan menjadi penyokong dan penyuplai bahan-bahan makanan untuk diproses pada bagian tanaman yang lainnya.
2. Hipokotil 
Hipokotil berfungsi sebagai batang penghubung antara kotiledon dengan radikula.
3. Kotiledon 
Kotiledon berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan 
4. Daun sejati 
Daun sejati muncul setelah kotiledon. 
5. Epikotil 
Epikotil berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan batang pada tumbuhan.


2. Perkecambahan  Hipogeal 

a. jagung

Keterangan : 
1. Radikula 
Radikula berfungsi sebagai bagian tanaman yang akan berkembang menjadi akar tanaman yang selanjutnya akan menjadi penyokong dan penyuplai bahan-bahan makanan untuk diproses pada bagian tanaman yang lainnya.
2. Kotiledon 
Kotiledon adalah daun pertama yang tumbuh dari tanaman. Kotiledon tidak dianggap “daun sejati” dan kadang-kadang disebut sebagai “daun benih”, karena kotiledon benar-benar bagian dari benih atau embrio tanaman. Daun bibit berfungsi untuk mengakses nutrisi yang tersimpan dalam biji, yan memberi makan sampai daun benar mengembangkan dan memulai proses fotosintesis.
3. Endosperma 
Endosperma berfungsi  sebagai jaringan penyimpanan yang memberi nutrisi untuk embrio dan kecambah muda. 
4. Koleoptil 
Koleoptil berfungsi untuk melindungi plumula. 
5. Daun sejati 
 Daun sejati muncul setelah kotiledon. 

Daftar Pustaka 

    Miao, Z.H., J.A. Fortune., J. Gallagher. 2001.
             Anatomical structure and nutritive value of lupin 
             seed coats. Aust. J. Agric. Res. 52:985-993.













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengujian Berat Benih 1000 Butir