Pengujian Berat Benih 1000 Butir
Nama : Ahmad Agym Krida Purnama
Nim : A42220291
Prodi : TPP
Golongan : A
A. Latar Belakang
Untuk mencapai hasil yang terbaik dalam pemuliaan tanaman, benih bahan tanam (benih, bibit) harus dipilih dengan cermat. Tujuan pengujian benih adalah untuk menjaga kemurnian dan mutu benih varietas unggul serta memasoknya secara terus menerus kepada petani. Sertifikasi benih dimaksudkan sebagai pelayanan bagi produsen, penanam benih, dan penjual benih. Suatu varietas dapat disertifikasi jika telah direkomendasikan oleh Kelompok Evaluasi dan Publikasi Varietas yang Berwenang dan disetujui oleh Menteri. Sesuai ketentuan yang berlaku, benih yang diperjualbelikan harus mempunyai sertifikat benih. Bibit buncis merupakan salah satu jenis tanaman yang bibitnya diatur dan dipasarkan sesuai peraturan yang berlaku. Penentuan benih dapat dilakukan dengan menentukan bobot 1000 benih. Mengetahui apakah benih tersebut berukuran besar atau berat, maka pada saat dipetik benih tersebut benar-benar sudah matang, karena benih yang cocok untuk disemai atau dijadikan benih sudah benar-benar matang.
Berat 1000 biji digunakan untuk mencari berat rata-rata, yang dapat membuat ukuran biji tetap konstan untuk beberapa spesies, karena penggunaan sampel yang terlalu banyak dapat menutupi variasi dalam setiap individu tanaman. Standar metode pengujian mutu benih yang ada saat ini mengacu pada peraturan ISTA. Langkah pertama dalam pengendalian mutu benih adalah pengiriman sampel benih. Contoh benih yang dianggap seragam dan memenuhi syarat yang ditetapkan ISTA. Uji benih dilakukan untuk mengetahui kualitas benih. Penentuan mutu ini dapat ditentukan berdasarkan berat ribuan benih dan pengujian kemurnian benih. Pengujian kemurnian benih didasarkan pada penyesuaian faktor mutu benih. Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu benih dapat ditentukan oleh benih murni, benih tanaman lain, benih rumput, tanah campuran, vigor dan kecepatan berkecambah, vigor benih, ketahanan benih terhadap penyakit, kadar air dan hasil pengujian. berat benih per seribu benih. Benih yang diuji pada uji kecambah diambil dari fraksi benih murni. Dengan demikian, hasil kemurnian benih dan pengujian daya kecambah mempengaruhi nilai benih untuk disemai. Uji kemurnian menentukan komposisi sampel kerja, kemurnian dan identitasnya, yang mencerminkan komposisi kumpulan benih berdasarkan massa komponen yang diselidiki.
B. Metodologi
1. Alat :
a. wadah
b. timbangan analitik
c. kalkulator
d. bolpoint
e. handpone
2. Bahan :
a. Benih chaffy seed (padi varietas Inpari 32 HDB dan varietas Sungal) Dan Benih non chaffy seed (Kedelai varietas davon dan varietas gepak kuning)
b. Kertas hvs
3. Prosedur Kerja
1. Menghitung jumlah benih sebanyak 100 butir sebanyak 8 x , lalu setiap 100 benih di taruh di wadah.
2. Menimbang benih menggunakan timbangan analitik dan catat hasilnya
3. Setelah berat benih 100 benih di temukan, lalu hitung rata rata berat benih menggunakan tabel bantu
|
Ulangan (n) |
Bobot(X) |
X2 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4. Menghitung varietas menggunakan rumus
Keterangan :
V= varians
n= jumlah ulangan
x= bobot
5. Menghitung simpangan baku menggunakan rumus
Keterangan :
S= simpangan
V= varians
6. Menghitung koefisiens menggunakan rumus
7. Koefisien suatu benih dapat di katakan valid apabila tidak melebihi angka toleransi (chaffy seed: tidak lebih dari 6,0%, dan non chaffy seed : tidak lebih dari 4,0%)
8. Hasil rata- rata 100 benih di kalikan 10 untuk mendapatkan data bobot 1000 butir benih.
9. Menulis hasil perhitungan bobot 1000 benih pada kartu induk pengujian penatapan berat 1000 butir benih.
C. Hasil Pengujian
|
Komoditas (Varietas) |
Banyak ulangan |
Berat Rata-rata (gram) |
Koefisien variasi |
Bobot 1000 butir (gram) |
Keterangan |
|
Padi (inpari
32 HDB) |
8X |
2,5217 |
1,1896% |
25,217 |
Valid |
|
Padi (sunggal) |
8X |
2,5875 |
1,49% |
25,875 |
Valid |
|
Kedelai (devon) |
8X |
16,9025 |
1,47% |
169,025 |
Valid |
|
Kedelai (Gepok
kuning) |
8X |
7,8475 |
2,26% |
78,475 |
Valid |




Komentar
Posting Komentar